Skip to main content

Ditahan imbang di Camp Nou, Barca Ke Wembley

Barcelona akhirnya memenangi duel El Clasico di semifinal Liga Champions dengan agregat 3-1. Pada leg kedua di Camp Nou, Rabu (4/5) dini hari WIB, Barcelona dan Real Madrid bermain imbang 1-1.



Gol Barcelona diciptakan Pedro Rodriguez pada menit 54. Sedangkan Madrid membalas lewat gol Marcelo pada menit 64. Pertandingan ini berjalan ketat dan wasit asal Belgia, Frank De Bleeckere, terkesan hati-hati. Banyak benturan yang dibiarkan saja.

Mungkin ini efek dari ucapan keras pelatih Madrid, Jose Mourinho, yang menuding Barcelona selama ini kerap diuntungkan wasit di kancah Liga Champions. Mourinho sendiri tak bisa menemani para pemainnya di sisi lapangan akibat kartu merah pada leg pertama di Bernabeu. Dalam pertandingan ini, Madrid dipimpin asisten pelatih Aitor Karanka.

Pada awal babak pertama, Madrid yang tertinggal dua gol dari leg pertama, berupaya segera membobol gawang Victor Valdes. Namun, upaya Cristiano Ronaldo dkk kerap mentah di barisan pertahanan Barca. Ronaldo sendiri beberapa kali terperangkap offside.

Barca selaku tuan rumah mulai menggempur habis-habisan gawang Madrid sejak menit 31 ketika sepakan kaki kiri Lionel Messi dari luar kotak penalti berhasil diselamatkan Iker Casillas. Hanya semenit berselang, Messi kembali mengancam. Kali ini, ia berhasil menembus kotak penalti Madrid, namun sepakannya melebar.

Setelah itu, giliran David Villa dan Pedro berkesempatan mencoba kemampuan Casillas. Dan, dalam momen ini, Casillas memang tampil brilian. Dua peluang itu, terutama tembakan keras Villa dari dalam kotak penalti berhasil ditepis kiper utama timnas Spanyol itu.

Setelah babak pertama berakhir 0-0, kick off pada babak kedua sempat tertunda akibat masuknya penonton ke area lapangan yang segera diamankan petugas. Kebuntuan akhirnya tercipta pada menit 54. Andres Iniesta dengan jeli melihat posisi Pedro di sisi kanan dan memberikan bola kepadanya.

Pedro pun berlari menembus kotak penalti dan tinggal berhadapan dengan Casillas. Tanpa cela, Pedro membobol gawang Casillas dengan sepakan pelan mendatar. Namun, keunggulan Barcelona hanya bertahan 10 menit. Mendapatkan umpan Xabi Alonso, Angel Di Maria lolos ke kotak penalti Barcelona.

Ia lalu melepaskan tembakan keras dan membentur tiang gawang. Namun, bola kembali ke arahnya. Kendati punya kesempatan melepaskan tembakan kedua, Di Maria memberikan bola kepada Marcelo yang memposisikan diri di depan gawang. Marcelo pun mengubah kedudukan menjadi 1-1 dengan kaki kirinya.

Skor sama kuat tak berubah hingga pertandingan selesai. Barca pun lolos ke final yang akan digelar di Stadion Wembley pada 28 Mei mendatang. Calon lawan mereka adalah Schalke atau Manchester United, yang baru akan memainkan leg kedua pada Kamis (5/5) dini hari WIB.

SUSUNAN PEMAIN

BARCELONA: 1-Victor Valdes; 5-Puyol (22-Abidal 90), 2-Dani Alves, 3-Pique, 14-Mascherano; 16-Busquets, 8-Iniesta, 6-Xavi; 10-Messi, 7-Villa (15-Keita 73), 17-Pedro (20-Affelay 92)
Pelatih: Josep Guardiola

REAL MADRID: 1-Casillas; 2-Ricardo Carvalho, 18-Albiol, 17-Arbeloa, 12-Marcelo; 8-Kaka (23-Oezil 60), 14-Xabi Alonso, 10-Diarra, 22-Di Maria; 7-Cristiano Ronaldo, 20-Higuain (28-Adebayor 55)
Pelatih: Jose Mourinho


via cekskor.com

Comments

Popular posts from this blog

Prediction Score Manchester United vs Athletico Bilbao (UEFA Champions League)

Last Five Matches Manchester United: March 4, 2012 Tottenham 1-3 Manchester United ( EPL ) February 26, 2012 Norwich City 1-2 Manchester United ( EPL ) February 24, 2012 Manchester United 1-2 Ajax Amsterdam ( LE ) February 17, 2012 Ajax Amsterdam 0-2 Manchester United ( LE ) February 11, 2012 Manchester United 2-1 Liverpool ( EPL ) Match Athletic Bilbao : March 4, 2012 Athletic Bilbao 2-0 Real Sociedad ( LL ) February 26, 2012 Villarreal 2-2 Athletic Bilbao ( LL ) February 24, 2012 Athletic Bilbao 1-0 Lokomotiv Moscow ( LE ) February 19, 2012 Athletic Bilbao 3-0 Malaga ( LL ) February 17, 2012 Lokomotiv Moscow 2-1 Athletic Bilbao ( LE ) Teams : Manchester United: David De Gea , Patrice Evra , Rio Ferdinand , Nemanja Vidic , Rafael Da Silva , Michael Carrick , Luis Nani , Ashley Young, Darren Fletcher , Wayne Rooney , Javier Hernandez Chicharito Athletic Bilbao : Iraizoz , Amorebieta , M...

Patrick Kluivert Appointed as Coach of Indonesian National Team

The Indonesian Football Association (PSSI) has officially appointed former Dutch football star Patrick Kluivert as the new head coach of the Indonesian national team. Kluivert, who has an impressive career as both a player and a coach, will be tasked with leading the Garuda Squad to the 2026 World Cu p . Kluivert's appointment comes after the unexpected dismissal of former coach Shin Tae-yong. The Dutch legend has signed a two-year contract with an option to extend, and will be assisted by two Dutch assistant coaches, Alex Pastoor and Denny Landzaat, as well as two local Indonesian coaches. Kluivert expressed his excitement about the opportunity, stating that the support of fans is crucial for the team's success. His debut as Indonesia's coach will be the two third-round matches of the 2026 World Cup qualifiers against Australia and Bahrain on March 20 and 25.

Evra Amazed by Park Ji-Sung Performance

Football Zone - Park Ji-Sung has listed her name in Korean football history as the most successful players. This is certainly supported by a good ability as a player, in which it acknowledged his partner, Patrice Evra. Patrice Evra clearly understands his football exploits, dubbed Park Three Lungs. Without shy French left-back was praising the ability and stamina possessed his country of origin of the ginseng. "Ji is amazing. I laughed when I saw the game when he ran because it was amazing. It must be because the Korean food, I've tried when in his home. But I think Ji is an example for all players, "he said as disitat Tribal Football, Wednesday (05/18/2011). Park Ji-Sung is a player known for his stamina and spraying in the field. The surplus that was never tired of running it delivered on the nickname Three Lungs Park or Park's three lungs. "I think he is one of the important players in the team because I never stopped running, he could run all day. ...